Bengkel Las SMK Siliwangi Mandiri: Perkuat Atap dan Sistem Ventilasi Asap

Keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan bengkel las merupakan faktor yang tidak dapat ditawar, mengingat tingginya risiko paparan panas serta gas sisa pembakaran yang dihasilkan selama proses praktik. Menyadari hal tersebut, manajemen sekolah telah menyelesaikan proyek renovasi besar-besaran pada fasilitas teknisnya. Langkah utama yang diambil untuk meningkatkan standar operasional di Bengkel Las SMK Siliwangi Mandiri adalah dengan melakukan perbaikan struktural serta sistem sirkulasi udara yang lebih mumpuni. Hal ini bertujuan agar siswa dapat fokus mengasah keterampilan pengelasan mereka dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Salah satu fokus utama dari proyek renovasi ini adalah upaya untuk Perkuat Atap gedung bengkel yang sebelumnya mengalami keausan akibat faktor usia dan cuaca. Rangka atap kini telah diganti dengan material baja ringan yang lebih kokoh dan tahan terhadap korosi, yang sangat penting mengingat area bengkel sering terpapar suhu tinggi dari mesin las. Pemasangan penutup atap yang baru juga dilengkapi dengan lapisan peredam panas untuk menjaga suhu di dalam ruangan tetap stabil. Dengan atap yang kuat dan bebas bocor, seluruh peralatan praktik yang mahal kini terlindungi dengan baik dari risiko kerusakan akibat rembesan air hujan.

Pihak SMK Siliwangi Mandiri memahami bahwa proses pengelasan menghasilkan asap sisa yang mengandung partikel logam berbahaya jika terhirup secara terus-menerus dalam ruang tertutup. Oleh karena itu, integrasi Sistem Ventilasi yang baru menjadi komponen paling krusial dalam pembaruan fasilitas ini. Pemasangan cerobong asap (exhaust fan) dengan daya hisap tinggi ditempatkan secara strategis di setiap meja praktik siswa. Sistem ini bekerja secara otomatis untuk menarik asap hasil pengelasan keluar dari ruangan sebelum menyebar ke area kerja lainnya, memastikan kualitas udara di dalam bengkel tetap bersih dan sehat bagi paru-paru para siswa dan instruktur.

Kehadiran saluran pembuangan Asap yang efektif ini secara signifikan meningkatkan durasi fokus siswa saat melakukan praktik pengelasan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Sebelumnya, uap dan asap yang berkumpul sering kali mengganggu pandangan serta pernapasan, yang dapat memicu kelelahan fisik lebih cepat. Dengan lingkungan yang lebih segar, siswa dapat mempelajari berbagai teknik pengelasan, mulai dari posisi bawah tangan hingga posisi sulit lainnya, dengan hasil sambungan yang lebih presisi. Kondisi ini juga meminimalisir risiko kecelakaan kerja akibat jarak pandang yang terhalang oleh kabut asap sisa pembakaran elektroda.