Penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan prioritas mutlak yang wajib ditanamkan di lingkungan bengkel sekolah dan industri. Selain melalui lomba ketangkasan baris dan budaya kedisiplinan kerja, pelatihan tanggap darurat diberikan secara berkala. Kegiatan Simulasi Safety Drill diselenggarakan untuk melatih kesiapsiagaan seluruh siswa dan pengajar dalam menghadapi potensi bahaya serta kecelakaan kerja di area praktik.
Skenario latihan meliputi penanganan insiden kebakaran skala kecil, kebocoran gas cair, kecelakaan mesin, hingga penanganan evakuasi darurat. Sejalan dengan pembentukan jiwa disiplin pada lomba ketangkasan baris dan budaya industri, siswa dilatih untuk tidak panik, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dengan benar, serta bergerak cepat menuju titik kumpul (assembly point) secara teratur.
Setiap siswa diberikan peran khusus dalam tim tanggap darurat, mulai dari petugas pemadam, tim pertolongan pertama (P3K), hingga pemandu jalur evakuasi. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm keselamatan, kacamata pelindung, dan sepatu keselamatan menjadi kewajiban mutlak selama simulasi berlangsung.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Petugas K3 Industri turut hadir untuk menilai serta memberikan evaluasi langsung atas jalannya simulasi. Pemahaman mengenai kode bahaya, fungsi tombol darurat mesin, serta cara mengangkat korban cedera dengan benar menjadi materi penguatan seusai latihan.
Penyelenggaraan simulasi keselamatan kerja yang rutin terbukti efektif membentuk kesadaran (safety awareness) yang tinggi bagi para calon pekerja muda. Budaya siap siaga dan ketaatan pada prosedur keselamatan kerja akan menjadi benteng utama dalam mencegah kecelakaan kerja di era karier mereka kelak.